Kamis, 26 April 2012

Warren Buffett Didiagnosa Mengidap Kanker Prostat

Metta Pranata - detikFinance 



New York - Orang terkaya nomor dua di dunia, Warren Buffett didiagnosa mengidap kanker prostat stadium I. CEO dan Komisaris Berkshire Hathaway ini mengumumkan sendiri kondisi kesehatannya melalui surat untuk para pemegang saham kemarin (17/4/2012).

Warren Buffett, 81, mengatakan kondisinya saat ini sama sekali tidak membahayakan jiwa maupun melemahkan. “Saya merasa prima, seperti saat kondisi kesehatan saya normal dan level energi 100%.” Tes tambahan tidak menemukan adanya sebaran kanker di bagian tubuhnya yang lain.

“Saya akan segera memberitahu para pemegang saham jika ada perubahan pada kondisi kesehatan saya. Pasti akan tiba waktunya, tapi saya yakin hari itu masih panjang,” tulis Warren seperti dilansir dari CNN (18/4/2012).

Menurut Dr. Otis Brawley, lebih dari 70% pria yang didiagnosa mengidap kanker prostat tidak meninggal akibat penyakit tersebut. “Untuk stadium I, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun di atas 99%,” kata pakar kanker prostat dan chief medical officer American Cancer Society itu.

Kanker Warren Buffett masih stadium I - level terendah, tidak menyebar ke luar prostat dan belum menyerang kelenjar getah bening. Sesuai saran dokter, Warren akan menjalani terapi radiasi harian selama 2 bulan mulai pertengahan Juli. Selama menjalani terapi, Warren dilarang bepergian namun rutinitas hariannya tidak akan berubah.

(ang/ang) 



Sumber : detik.com

Dahlan Iskan Lesehan di Lantai Kantor Presiden

Luhur Hertanto - detikFinance 



Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali membuat aksi unik. Mantan Dirut PLN berprilaku tak seperti pejabat tinggi negara lainnya.

Hari ini saat di kawasan Istana Negara, Dahlan tak sungkan-sungkan lesehan di lantai kantor presiden, kawasan Istana Negara, sambil meladeni pertanyaan para pemburu berita mengenai meredupnya semangat DPR mengajukan hak interpelasi terkait kebijakannya.

Kejadian ini berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (19/4/2012). Ia datang untuk mengikuti rapat kabinet terbatas bidang ekonomi dengan agenda optimalisasi APBNP 2012 dan persiapan Gerakan Nasional Hemat Energi.

Seperti biasanya, wartawan mencegat para menteri di selasar menuju Kantor Presiden. Kebetulan teras Kantor Presiden tempat para wartawan berkumpul 50 cm lebih tinggi dibandingkan selasar tersebut sehingga posisi para menteri ada di bawah.

Untuk mengimbangi posisi menteri yang ada di bawah dan agar tidak menghalangi pewarta foto dan juru kamera mengambil gambar, maka para reporter yang berada di barisan depan duduk di lantai atau sedekar merendahkan badan. Melihat ada beberapa wartawan yang duduk di lantai rupanya 'menginpirasi' Dahlan Iskan untuk juga duduk di lantai.

"Opo? Ono opo neh? (Apa? Ada apalagi?)," sapa Dahlan yang langsung duduk bersila di lantai.

Setelah sejenak bertukar tawa, wawancara pun berlangsung. Dahlan menegaskan dia tidak pernah melakukan pendekatan ke partai politik mana pun dan politisi siapa pun agar mengurungkan rencana DPR melakukan interpelasi terkait kebijakannya dalam tata cara memilih direksi BUMN yang tidak melalui jalur Tim Penilai Akhir (TPA).

"Saya tidak pernah melobi, nanti ditafsirkan menghalang-halangi, dianggap contemp of parlement. Biarkan saja, itu hak DPR, saya tidak boleh mengomentari," ujar Dahlan.

"Lalu kenapa tiba-tiba tadi duduk di lantai?" tanya wartawan.

"Lha sampeyan (Anda) juga duduk di lantai," jawab Dahlan yang mantan wartawan ini.

(lh/hen) 



Sumber : detik.com

Jero Wacik Pun Terpaksa Naik Ojek

Ramdhania El Hida - detikFinance



Jakarta - Semua menteri dan pejabat negara termasuk Presiden SBY hari ini menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta. Akses jalan pun macet, Menteri ESDM Jero Wacik terpaksa sewa ojek.

Jero yang datang setelah rombongan Presiden SBY memang sulit untuk menembus akses ke Hotel Bidakara karena dipenuhi oleh protokoler dan pengamanan presiden.

"Iya saya naik ojek tadi. Bayarnya yang sesuai sajalah," kata Jero yang mengenakan pakaian safari cokelat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan ini mengatakan, ia terpaksa naik ojek agar tak telat untuk mendengar arahan Presiden SBY dalam acara tersebut.

Pagi tadi pukul 10.00 WIB Hotel Bidakara yang terletak di kawasan Pancoran Jakarta padat karena acara ini. Kendaraan sulit masuk karena adanya rombongan menteri dan presiden. Jika telat sedikit, ya terpaksa naik ojek seperti Pak Jero. Tapi Jero enak, sebab uang ojeknya dibayarkan oleh ajudannya.

(dnl/hen) 



Sumber : detik.com

Baru Kemarin Kasih 7 Arahan, Hari Ini SBY Keluarkan 10 Instruksi

Ramdhania El Hida - detikFinance 


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak habis-habisnya mengeluarkan arahan dan petunjuk.
Padahal kemarin Selasa (25/4/2012), ia memberikan 7 arahan alias instruksi kepada para Menterinya terkait kebijakan pengendalian Bahan Bakar Miyak (BBM), kini SBY memberikan 10 lagi arahan. 

Sepuluh arahan yang disampaikan SBY kali ini terkait pengelolaan dan pengembangan industri dan ekonomi kreatif. SBY menyampaikan hal ini dalam pembukaan acara tahunan Indonesia pameran kerajinan Indonesia yang ke-14 yakni Inacraft 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu (25/4/2012).

"Ada sejumlah hal yang mesti kita kerjakan baik-baik. Dan mesti kita kelola baik-baik agar industri kreatif termasuk handicraft terus berkembang. Saya mengingatkan beberapa hal," kata SBY.

Berikut paparan SBY mengenai 10 hal arahan terkait pengembangan industri dan ekonomi kreatif:

Pertama 
Bisnis handicraft terus meningkat dan harus terus ditingkatkan kedepan. Bisnis ini merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi perekonomian. Terutama meningkatkan ekspor, sektor riil dan lapangan pekerjaan.

Kedua
Kualitas produk makin baik dan ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Jika ingin bersaing di pasar maka diperlukan kualitas yang terjaga dengan meningkatkan pelatihan, teknologi yang tepat dan perbandingan yang matang.

Ketiga 
Dari sisi pemodalan, pemerintah memberikan kredit usaha rakyat (KUR) ada baiknya perlu terus digalakkan dan terus digunakan itu. Melalui perusahaan swasta lebih baik diarahkan untuk memberikan permodalan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Keempat 
Manajemen usaha perlu dibenahi agar baik, berlatih, terdidik dan dibimbing. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu membimbing para perajin.

Kelima 
Promosi dan pameran seperti ini perlu dikembangkan terus. Saat ini melalui media juga perlu dipasarkanagar dunia tahu hebatnya keunggulan dari handicraft Indonesia. Termasuk yang dilakukan lembaga kepresidenan yang ikut mempromosikan. 

Keenam 
Penjualan didorong terus hingga tembus pasar-pasar luar negeri. Penting juga untuk masyarakat yang ikut membeli produk lokal.

Ketujuh
Perlu dilakukan branding dan hak paten bagi seluruh produk asli Indonesia. Karena banyak yang suka produk Indonesia sehingga perlu mendaftarkan hak paten agar tidak dibajak dengan mudah. 

Kedelapan
Produk yang ramah lingkungan tetap dijaga. Masyarakat harus bertekad untuk tetap menjaga lingkungan dan memastikan tidak ada yang merusak kelestarian lingkungan.

Kesembilan
Bimbingan dan pembinaan terus diupayakan. Pemda dan Pemkab diminta aktif membantu

Kesepuluh
Mengenai kebijakan dan regulasi. Dimana pemerintah melalui Kementerian terkait akan berusaha memudahkan aturan yang bermaksud dapat memberatkan perkembangan industri kreatif.

"Kita sudah tahu 10 hal jadi tinggal dijalankan," kata SBY.

Menurut SBY, jika angka penjualan seluruh produk kreatif ini mencapai US$ 800 juta, maka di 2015 nantinya bisa menembus US$ 1,5 miliar. 

"Sangat mungkin industri kreatif kita bernilai US$ 1 miliar lebih, jangan tanggung-tanggung dan jangan ragu-ragu. Kita punya sasaran dan kita perjuangkan bersama," paparnya.

Pameran tersebut akan dilangsungkan selama lima hari sejak 25 April 2012 hingga 29 April 2012 diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia dan didukung oleh kementerian dan BUMN yang ada.

Tema pameran tahun ini adalah "from small village to global market" kesenian yang ditampilkan dari Kalimantan Barat sebagai icon pameran.
(dru/dnl) 


Sumber : detik.com

Hore! Usaha dengan Omzet di Bawah Rp 300 Juta Bebas Pajak


Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan memastikan usaha mikro tidak dikenai pajak. Sementara usaha yang masuk katagori kecil dan menengah dipatok pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 2%.

"Semakin menguat yang mikro dibebaskan. Kecil menengah maksimal 2%," ujarnya ketika ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Menurut Syarif, saat ini masih tahap koordinasi. Selanjutnya, Menteri Keuangan telah memberikan sinyal positif terhadap rencana tersebut. "Tahap penyatuan pendapat, koordinasi. Menkeu sudah ada semangatnya ke arah sana," jelasnya.

Diperkirakan, rencana kebijakan tersebut bisa dilakukan pada tahun pajak 2012. "Kita tunggu saja, kan masih lama tahun SPT (surat pemberitahuan tahunan) 2012, kita lihat saja. Semakin cepat semakin baik," tandasnya.

Dalam Undang-undang No 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) disebutkan, yang dimaksud usaha mikro adalah usaha produktif yang asetnya paling besar Rp 50 juta dengan omzet per tahun maksimal Rp 300 juta.

Sementara itu usaha kecil memiliki aset dengan rentang Rp 50 juta-Rp 500 juta dengan omzet sedikitnya Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar per tahun, dan yang masuk usaha menengah jika asetnya mencapai Rp 500 juta-Rp 10 miliar dengan omzet Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar per tahun.

(nia/hen) 



Sumber : detik.com

Industri Tepung Terigu Masih Cerah di 2012

Zulfi Suhendra - detikFinance 



Jakarta - Industri tepung terigu di Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Kini tepung terigu RI sudah masuk ke berbagai belahan dunia melalui ekspornya.

Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia Franciscus Welerang ketika ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Franky, panggilan akrab Fransiscus menyampaikan ekspor tepung terigu RI sudah merambah ke negara Filipina, Singapura, dan wilayah Asia lainnya.

"Industri terigu nasional juga sudah mulai mengekspor terigu ke Korea Selatan ada juga yang ke Jepang berbentuk premix, jadi saat ini sedang mengembangkan ke arah
ekspor," ungkap Franky seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Lebih lanjut lagi, Franky menuturkan produksi tepung terigu Indonesia per tahun mencapai 6 juta ton sedangkan permintaan konsumen lokal terhadap tepung terigu pada tahun 2011 mencapai angka 5,3 juta ton.

"Industri tepung terigu di tahun 2011 secara nasional permintaannya sudah mencapai 5,3 juta ton tepung terigu diantara itu di dalamnya ada 14 persen impor. Dan 90 persen di konsumsi lokal," katanya.

Dia memaparkan industri seperti mie instan, biskuit, roti dan produk lain yang berbasis tepung terigu juga menunjukan tren positif pada tahun 2011.

"Disamping itu industri kebawahnya seperti biskuit mie instant, roti dan sebagainya juga sudah ekspor dengan nilai di 2011 tumbuh 26 persen," tutupnya.

(zul/dru) 



Sumber : detik.com

Produsen Terigu Cabut Gugatan ke Agus Marto Soal Dumping

Zulfi Suhendra - detikFinance


Jakarta - Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) telah mencabut gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengenai dumping terigu Turki yang sebelumnya ditujukan kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

"Soal dumping kita ada perubahan sedikit, kita sudah cabut gugatan PTUN, dan kami akan mengalihkan dengan suatu proses tersendiri," ungkap Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia Franky Welirang, di Jakarta, Selasa (25/4/12).

Franky enggan menyebutkan langkah apa yang sedang diambil mengalihlkan masalah ini "Prosesnya nanti saja, saya nggak mau ngomong," ungkapnya seraya tersenyum.

Seperti diberitakan sebelumnya Aptindo mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta melawan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Agus Marto dianggap melakukan tindakan pembiaran tidak melindungi pengusaha Indonesia terhadap persaingan tak sehat dari pengusaha Turki yang sudah terbukti dumping dengan tak menetapkan bea masuk anti dumping.

"Kita atas nama Aptindo menggugat melalui PTUN," ungkap Franky

Jauh sebelumnya Komite Anti Dumping Kementerian Perdagangan (KADI) Kementerian Perdagangan telah merekomendasikan agar 6 produsen/eksportir tepung terigu asal Turki yang menjual ke Indonesia dikenakan bea masuk anti dumping (BMAD) berkisar antara 19,67%-21,99%, karena terbukti menyebabkan kerugian industri terigu lokal akibat impor komoditas tersebut atas praktik dumping.

KADI telah menuntaskan penyelidikan terhadap tepung terigu impor dari Turki berdasarkan petisi yang diajukan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo). Aptindo mewakili tiga perusahaan di dalam negeri yakni PT Eastern Peral FM, PT Sriboga, dan PT Panganmas.

Rekomendasi KADI tersebut telah ditindaklanjuti oleh Menteri Perdagangan melalui surat kepada Menteri Keuangan tertanggal 31 Desember 2009. Namun hingga kini belum ada respons dari menteri keuangan mengenakan BMAD.

(zul/hen) 



Sumber : detik.com

Acuan Untuk Melihat Kinerja Perusahaan

eTrading Securities - detikFinance 


Jakarta - Saya melihat laporan keuangan suatu perusahaan, di mana laba bersih meningkat namun laba operasi menurun, yang mana menjadi acuan saya untuk melihat kinerja suatu perusahaan ?

Jawaban: Laba bersih biasanya mencerminkan kinerja namun sering kali terdistori, dikarenakan pada laba bersih mencakup beban/pendapatan lain-lain yang tidak terkait kinerja operasi perseroan seperti selisih kurs,pendapatan bunga dll. Oleh karena itu ketika melihat laba bersih harus dilihat komponen beban/pendapatan lain2 juga. Lebih mudah melihat kinerja perusahaan dari laba operasi, namun kelemahan dari laba operasi adalah tidak memperhitungkan struktur pembiayaan (financial risk) perusahaan tersebut.



Sumber : detik.com

Ekonomi RI Bisa Saingi China, Tapi Tercekik Infrastruktur

Jakarta - Potensi perekonomian Indonesia saat ini sebenarnya bisa menyaingi China dan India. Namun karena infrastruktur belum memadai, laju perekonomian tersendat.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Boediono dalam penutupan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

"Di mana-mana saya bicara dengan pelaku ekonomi, pokoknya potensi ekonomi bisa menyamai China dan India. Hanya saja tercekik dengan infrastruktur, seperti pelabuhan, listrik yang tidak mencekik lagi, tapi nanti kalau tumbuh akan berpengaruh lagi," kata Boediono.

Karena itu, dirinya memohon dukungan dari berbagai pihak di daerah untuk bisa melancarkan program infrastruktur pemerintah seperti soal masalah lahan dan perizinan yang sering menjadi hambatan.

"Saya dengar buat buka SPBG butuh 17 izin. Bayangkan kalau proyek infrastruktur yang besar. Kita sama-sama jangan sampai ketinggalan, potensi kita jadi mubazir karena terkendala infrastruktur. Jadi mari sama-sama kita atasi. Banyak sekali masalah non uang," jelas mantan Gubernur BI ini.

Kemudian soal kemiskinan yang terus menerus menjadi fokus pemerintah dalam pembangunan ekonominya. "Cadangan devisa terus naik tapi kalau tidak ada progres dari kemiskinan ya salah. Karena intinya adalah pembangunan manusia. Kita berikan untuk kelompok yang tidak mampu," ujar Boediono.



Sumber : detik.com

Pasca Ledakan, Pertamina Siapkan Sanksi SPBU Palmerah


Jakarta - PT Pertamina (Persero) menghentikan operasi dan siap memberikan sanksi kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.12205 yang terletak di Jalan Palmerah Barat yang merupakan SPBU swasta. Hal ini terkait insiden ledakan tangki yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab musibah tersebut.

Selain itu, Pertamina telah meminta SPBU 34.12205 yang terletak di Jalan Palmerah Barat, Grogol Barat, Jakarta Barat agar menghentikan operasinya.

"Kepada pengusaha SPBU terkait, Pertamina akan mengenakan sanksi sesuai dengan ketentuan," kata Hanung dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/4/2012)

Hanung menuturkan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kedepannya kejadian semacam ini diharapkan tak terulang kembali.

"Kami akan meningkatkan sosialisasi lebih intensif kepada seluruh pengelola dan pekerja di SPBU untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap aspek operasionalnya," katanya.

Insiden ledakan di SPBU 34.12205 terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Ledakan itu terjadi diduga ada proses pengelasan di dekat tangki penyimpanan BBM, yang mengakibatkan korban jiwa satu orang.

Sumber : detik.com

Karen Agustiawan Pebisnis Wanita Terkuat Asia


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menempati urutan teratas daftar 50 wanita pelaku bisnis paling kuat di Asia versi majalah bisnis Forbes. Selain Karen, dua pengusaha dari Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut yaitu Shinta Widjaja Kamdani dari Sintesa Group dan Siti Hartati Murdaya dari Central Cipta Murdaya.

Karen, 52, adalah perempuan pertama yang menduduki jabatan Direktur Utama Pertamina. Ia dilantik pada 2009. Ia diharapkan dapat menyelesaikan persoalan distribusi minyak dan gas yang dianggap bermasalah. Sebelum menjadi Dirut, Karen adalah Direktur Hulu Pertamina yang menangani eksplorasi minyak perusahaan milik negara terbesar di Indonesia tersebut.

Sebanyak 21 wanita dari daftar tersebut didominasi oleh pengusaha wanita dari China, Taiwan dan Makao. Delapan dari India dan lima dari Singapore. Sisanya berasal dari Korea Selatan, Indonesia, Jepang, Australia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Forbes mengatakan daftar itu disusun berdasarkan "peran para pebisnis perempuan itu dalam manajemen perusahaan-perusahaan pencetak untung."

Namun masih banyak perempuan di Asia yang menghadapi isu ketidaksetaraan di kantor. "Daftar ini adalah penghargaan atas dinamisme wanita pelaku bisnis di Asia yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," kata Moira Forbes, presiden dan penerbit ForbesWoman dalam sebuah pernyataan.

Sumber : kompas.com

Masuk Forbes Global 2000, BUMN Tak Kalah dengan Swasta


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat, menyatakan sebenarnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak kalah bagus dari perusahaan swasta. Penilaian ini dilontarkan Wahyu terkait masuknya enam BUMN dalam "Forbes Global 2000" tahun 2012. "Saya katakan disitu kurang lebih bahwa selama ini diidentikkan kalah dengan swasta ternyata nggak. Kita nggak kalah dengan Unilever dan sebagainya," sebut Wahyu, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Menurut Wahyu, berdasarkan kebijakan Menteri BUMN Dahlan Iskan, tidak ada salahnya jika BUMN ingin menjadi besar. Bila perlu BUMN melakukan akuisi ataupun perbaikan. "Kita dasarnya begini, policyPak Dahlan, kalau mereka ingin besar kenapa nggak, kalau mau akusisi kenapa nggak akusisi. Perluas akusisi. Kalau jelek diperbaiki. Kalau sudah baik semakin baik. Dan kalau sudah baik banget jadi champion," tambah dia.

Menurut dia, Kementerian BUMN sendiri tidak menargetkan apakah BUMN harus lebih baik dari swasta. Namun, kata Wahyu, ternyata BUMN tidak kalah dari perusahaan swasta. "Tapi kita tunjukkan BUMN nggak kalah dengan swasta. Bisa lebih bagus juga dibandingkan swasta," pungkas dia.

Untuk diketahui, menurut data Kementerian BUMN, enam BUMN yang masuk dalam Forbes Global 2000 adalah BRI, Mandiri, Telkom, BNI, PGN dan Semen Gresik.

Sumber : kompas.com

Ini Perusahaan Publik Terbaik Dunia


KOMPAS.com - Beberapa belahan dunia memang sedang krisis. Amerika Serikat dan Eropa adalah dua kawasan yang perekonomiannya sedang berjuang untuk bertahan dan tetap tumbuh. Bahkan Asia sekarang sedikit banyak sudah mulai terimbas krisis di dua wilayah tadi.
Namun, berdasarkan catatan Forbes dalam Global 2000, perusahaan-perusahaan besar dunia justru tetap mencetak penjualan dan pendapatan dua digit sepanjang tahun lalu. Secara total, sebanyak 2.000 perusahaan dalam catatan Forbes tersebut mempunyai pendapatan 36 triliun dollar AS, atau naik 12 dari tahun sebelumnya.
Laba pun tercatat tumbuh 11 persen atau mencapai 2,64 triliun dollar AS. Aset tumbuh 8 persen atau menjadi 149 triliun dollar AS. Tetapi nilai kapitalisasi pasar memang turun tipis 0,5 persen menjadi 37 triliun dollar AS. Ini karena merosotnya kondisi pasar internasional sehigga menurunkan pertumbuhan agregat. Dua ribu perusahaan ini pun memperkerjakan sekitar 83 juta orang di seluruh dunia.
Dengan melihat laba, nilai kapitalisasi pasar, pendapatan atau penjualan dan aset, Forbes pun membuat peringkat perusahaan-perusahaan publik terbesar di dunia. Bila melihat negara tempat perusahaan berdomisili ada empat negara tambahan atau tepatnya ada 66 negara dalam Global 2000 tahun ini.
Perusahaan-perusahaan asal AS mendominasi dengan 524 perusahaan. Kedua adalah Jepang dengan 258 perusahaan. China pun menempati peringkat ketiga untuk jumlah perusahaan terbanyak dengan ada tambahan 15 perusahaan tahun ini.
Menyusul kemudian Inggris (93 perusahaan), Korea Selatan (68 perusahaan), dan India (61 perusahaan). Dan negara yang mengalami pertumbuhan di keempat kategori adalah Thailand, Filiphina, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Bila dikelompokkan menjadi beberapa kawasan, jumlah perusahaan dari Asia-Pasifik menjadi yang terbesar dengan 733 anggota. Asia-Pasifik mencatat pertumbuhan penjualan terbesar (26 persen), pertumbuhan laba hingga 29 persen, dan pertumbuhan aset 19 persen.
Menyusul kemudian Eropa, Timur Tengah dan Afrika-EMEA dengan 605 perusahaan, AS dengan 524 perusahaan, dan Amerika dengan 145 perusahaan. AS pun menjadi satu-satunya kawasan yang menunjukkan pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar sebanyak 6 persen dengan nilai keseluruhan 13 triliun dollar AS. Nilai itu yang tertinggi di semua kawasan.
Melihat daftar Global 2000, perusahaan terbaik adalah Exxon Mobil. Exxon didaulat sebagai perusahaan yang paling menguntungkan di dunia tahun ini. JPMorgan Chase yang tadinya bertengger di nomor satu tahun lalu sekarang berada di bawah Exxon. Menyusul General Electric, Royal Dutch Shell dan Bank ICBC.

Berikut 10 besar perusahaan publik terbaik dunia yang dirilis Forbes pekan lalu: 
1. Exxon Mobil dengan keuntungan 41,1 miliar dollar AS 
2. JP Morgan Chase dengan keuntungan 19 miliar dollar AS 
3. General Electric dengan keuntungan 14,2 miliar dollar AS 
4. Royal Dutch Shell dengan keuntungan 30,9 miliar dollar AS 
5. ICBC dengan keuntungan 25,1 miliar dollar AS 
6. HSBC Holdings dengan keuntungan 16,2 miliar dollar AS 
7. PetroChina dengan keuntungan 20,6 miliar dollar AS 
8. Berkshire Hathaway dengan keuntungan 10,3 miliar dollar AS 
9. Wells Fargo dengan keuntungan 15,9 miliar dollar AS 
10. Petrobras-Petroleo Brasil dengan keuntungan 20,1 miliar dollar AS

Sementara itu, ada catatan yang mengejutkan bila melihat daftar 25 perusahaan terbaik (Top 25). Perusahaan Apple mengambil alih gelar sebagai perusahaan paling berharga. Untuk peringkat, perusahaan yang dibesarkan salah satunya oleh Steve Jobs ini naik dari peringkat ke-25 menjadi ke-22.
BP pun melonjak dari ke-390 menjadi ke-11. Perusahaan tersebut berhasil membalikkan kerugian bersih 3,3 miliar dollar AS pada 2010 menjadi keuntungan bersih 26 miliar dollar AS pada 2011.
Toyota Motor Jepang juga merangsek masuk ke jajaran 25 perusahaan terbaik tahun ini.
Sekalipun ada kondisi yang kurang bagus dalam sektor finansial belakangan ini, teteapi perusahaan finansial dan perbankan tetap mendominasi.Ada 478 perusahaan yang berkecimpung dalam keuangan dari 2.000 perusahaan yang ada dalam daftar Global 2.000. Total aset mereka pun cukup besar.
Sementara perusahaan sektor minyak dan gas dengan 131 perusahaan pun punya catatan yang besar dalam penjualan dan laba. Khusus untuk penjualan, perusahaan metal dan pertambangan mempunyai pertumbuhan terbesar dengan 41 persen.
Adapun pertumbuhan laba terbesar dicetak oleh perusahaan-perusahaan barang-barang konsumen. Pertumbuhan aset perusahaan alat berat Asia untuk industri barang modal menjadi yang tertinggi dengan 25 persen.
Untuk nilai kapitalisasi pasar, investor justru menyerbu saham restoran seiring dengan pemulihan kondisi konsumen pada 2011. Nilai pasar saham tersebut pun tumbuh hingga 24 persen.

Sumber : kompas.com

Ini 10 Perusahaan Publik Terbaik Indonesia versi Forbes


KOMPAS.com - Forbes baru saja meluncurkan daftar perusahaan terbuka yang paling besar di dunia. Daftar perusahaan tersebut dinamakan Forbes Global 2000.

Di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia berhasil menjadi yang terbaik. Menurut catatan Forbes, nilai kapitalisasi pasar BRI mencapai 18,37 miliar dollar AS per April 2012. Penjualan BRI pun tercatat 5,93 miliar dollar AS. Kini bank yang dinahkodai oleh Sofyan Basir telah mempunyai sekitar 40 ribu karyawan.

Dengan sejumlah catatan tersebut, BRI pun menempati rangking ke-479 dalam daftar Global 2000. Dalam hal laba, bank yang punya cabang hingga kepulauan Cayman ini punya peringkat yang lebih baik yakni ke-372, yang nilainya mencapai 1,7 miliar dollar AS. Asetnya pun mencapai 51,5 miliar dollar AS.

Perusahaan terbuka terbaik kedua di Indonesia adalah Bank Mandiri. Penjualan bank BUMN ini tercatat mencapai 6 miliar dollar AS. Sekalipun memiliki angka penjualan di atas BRI, namun dalam laba Mandiri hanya mencapai 1,3 miliar dollar AS. Aset bank yang sekarang dipimpin oleh Zulkifli Zaini ini tercatat sebesar 60,4 miliar dollar AS. Nilai kapitalisasi pasar Mandiri pun mencapai 17,6 miliar dollar AS. Semua catatan keuangan tersebut membawa Mandiri menempati peringkat ke-488 dalam Global 2000.
Sementara Bank Central Asia Bank menempati peringkat ketiga yakni. Penjualan BCA tercatat sebesar 3,1 miliar dollar AS dengan laba 0,9 miliar dollar AS. Kini aset BCA ditaksir Forbes mencapai 35,9 miliar dollar AS. Dan, nilai kapitalisasi pasar mencapai 21,1 miliar dollar AS. Dalam Global 2000, BCA yang kini mempunyai sekitar 19.600 karyawan berada di peringkat ke-700.


Berikut sepuluh besar perusahaan publik Indonesia versi Forbes. Pemilihan perusahaan dilihat dari nilai penjualan, laba, besar aset dan kapitalisasi pasar. 

1. BRI dengan kapitalisasi pasar 18,4 miliar dollar AS
2. Bank Mandiri dengan kapitalisasi pasar 17,6 miliar dollar AS
3. BCA dengan kapitalisasi pasar 21,1 miliar dollar AS
4. Telekomunikasi Indonesia dengan kapitalisasi pasar 14,9 miliar dollar AS
5. BNI dengan kapitalisasi pasar 7,8 miliar dollar AS
6. PGN dengan kapitalisasi pasar 10,1 miliar dollar AS
7. Gudang Garam dengan kapitalisasi pasar 11,5 miliar dollar AS
8. Bank Danamon Indonesia dengan kapitalisasi pasar 4,6 miliar dollar AS
9. Semen Gresik dengan kapitalisasi pasar 8,1 miliar dollar AS
10. Bumi Resources dengan kapitalisasi pasar 5,4 miliar dollar AS

Sumber : kompas.com

Dahlan Iskan Malu Cuma Satu BUMN yang IPO


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku malu karena hanya bisa meloloskan satu BUMN untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun ini, yakni PT Semen Baturaja Persero.

"Saya malu nih, hanya bisa satu saja yang IPO," kata Dahlan di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2012 di Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Dahlan mengakui hingga saat ini belum ada BUMN yang mengajukan untuk menawarkan sahamnya ke publik.

Saat disinggung rencana anak perusahaan PT Pertamina Persero dan PT PLN, ia mengakui pembahasannya tidak di Komite Privatisasi dan Restrukturisasi.

"Kalau anak perusahaan itu kan tidak di kita, tapi di perusahaan masing-masing," katanya.
Sebelumnya, Dahlan optimistis ada lima BUMN yang dapat mencatatkan saham di lantai Bursa Efek Indonesia. Kelima BUMN itu adalah Semen Baturaja, PT Waskita Karya, PT Pertagas, PT Pertamina Drilling Services, dan PT GMF AeroAsia.

Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin mengatakan, saat ini pemerintah baru dapat mengusulkan Semen Baturaja, yang akan menggelar penawaran saham perdana.

Sumber : kompas.com

Investor Asing Borong Saham, IHSG Naik 16 Poin


JAKARTA, KOMPAS.com - Para investor asing memborong saham di Bursa Efek Indonesia. Pembelian ini mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 16 poin.

Pada akhir perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup menguat 16,663 poin atau 0,40 persen menjadi 4.180,306. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,193 poin atau 0,59 persen menjadi 712,196.

Janji Bank Sentral AS akan memberikan stimulus, membuat para pelaku pasar kembali memburu saham. Para investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 200 miliar.

Sebagian besar bursa regional menguat. Indeks Komposit Shanghai menipis 2,12 poin atau 0,09 persen menjadi 2.404,70. Indeks Hang Seng menguat 163,42 poin atau 0,79 persen menjadi 20.809,71. Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,82 poin atau 0,01 persen menjadi 9.561,83.

Sumber : kompas.com

Jangan Cuma Menuding Rakyat Boros BBM


KOMPAS.com — Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah nasib malang rakyat Indonesia. Atas nama buruknya infrastruktur dan transportasi, mereka terpaksa membeli bahkan berutang untuk memiliki kendaraan pribadi. Kini, mereka dipaksa pula membeli bahan bakar minyak dengan harga lebih mahal seiring dengan rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi.

Sungguh, hidup di negeri ini seolah tanpa pilihan. Jika boleh memilih, tentu saja sebagian warga, seperti penduduk Tokyo, Jepang, memilih tidak membeli mobil pribadi. Jauh lebih baik hilir mudik naik kereta bawah tanah dan uang yang dihemat dapat untuk pesiar keliling dunia.

Jika boleh memilih, tentu enggan membeli mobil seharga 20-50 persen lebih tinggi daripada harga mobil di negara tetangga. Membayar asuransi mobil hampir Rp 10 juta tiap tahun. Mondar-mandir ke bengkel hanya untuk mengantre perawatan berjam-jam tiap 5.000 kilometer.

Kenapa rakyat Indonesia tetap getol membeli mobil? Tidak terhindari ada unsur prestise, tetapi sekali lagi, karena terbatasnya pilihan.

Tentu saja tidak ada dosanya membeli mobil pribadi. Terlebih ada industri dan ekonomi yang terus tumbuh dengan naiknya penjualan. Namun, pemerintah seharusnya menganalisis mengapa mobil pribadi bergerak tiap hari, tak sekadar pada akhir pekan seperti di negeri lain.

Tidak ada transportasi yang tepat waktu kala dibutuhkan. Pemerintah juga gagal menyediakan transportasi massal yang nyaman dengan tarif yang rasional. "Dengan demikian, rakyat jangan dituduh memboroskan BBM bersubsidi," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia Bambang Harjo.
Berulang kali pemerintah menyodorkan angka lonjakan volume penjualan BBM bersubsidi, seolah-olah kita menghadapi akhir zaman. Namun, di lain sisi, tidak ada penjelasan apalagi upaya memecahkan persoalan mengapa konsumsi melonjak. Tidak diurai mengapa kendaraan pribadi justru menjadi tulang punggung mobilitas di negeri ini.

Akademisi, pengamat, bahkan mantan Menteri Perhubungan Giri Suseno Hadihardjono menyerukan pentingnya membahas sisi permintaan bukan hanya pasokan BBM bersubsidi. Atau ringkasnya, jangan sekadar meributkan harga dan volume BBM subsidi. Akan tetapi, seruan itu bak suara orang yang berteriak-teriak di padang gurun. Hilang, tak berbekas.

Ketika tertimpa tangga, apa yang dapat dilakukan rakyat? Pasti menerima dan menyesuaikan diri. Kita bukan penguasa. Terlebih jika nantinya ditetapkan sanksi bagi mobil pribadi dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke atas yang terbukti membeli BBM bersubsidi.

Namun, kita mengingatkan dan mengetuk nurani pemerintah untuk mempertimbangkan pengorbanan rakyat. Mempertimbangkan perjuangan rakyat, yang selama ini mencari solusi sendiri-sendiri dan berjibaku tiap hari di jalan raya menembus kemacetan.

Ketika kita dengan terpaksa menerima BBM dengan harga tinggi, tolong dicarikan dengan tempo sesingkat-singkatnya alternatif transportasi massal. Bukan transportasi massal yang sekadar diada-adakan, melainkan yang andal, murah, dan nyaman sehingga menarik perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Sumber : kompas.com