Demikian dipaparkan Kardaya Warnika, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang baru saja menggantikan Dirjen EBTKE yang lama, Luluk Soemiarso. Kardaya menilai permasalahan yang terjadi dalam pengembangan EBT adalah tidak ekonomisnya harga dan minimnya insentif kepada pengusaha.
Seperti diketahui, menurut beberapa sumber, kalau saja pemerintah menetapkan harga yang ramah terhadap pengusaha, bukan tidak mungkin bisnis ini bisa memunculkan jutawan baru seiring tingginya permintaan akan produk energi ramah lingkungan. Di China, negara berpenduduk terbesar di dunia, muncul nama miliuner baru setelah sukses memproduksi bahan panel surya melalui perusahaan GCL Poly Energy Holdings.
Sumber : indopetro-online.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar