Jumat, 11 Mei 2012

Ketika Perusahaan Migas Bersiap Menuju Green Economy; Menelisik Pertamina

SENIN, 05 SEPTEMBER 2011 00:00 ADMINISTRATOR
Dewasa ini isu penyelamatan lingkungan sedang merebak, seiring terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu industri yang banyak kena tuding tidak ramah lingkungan adalah perusahaan migas, selain pertambangan. Sehingga perdebatan pun sempat muncul ketika terjadi klausul dalam UU Lingkungan yang mempersyaratkan pengurangan kadar emisi (gas buang) pada perusahaan-perusahaan migas. Karenanya, seluruh perusahaan, tak terkecuali migas harus memiliki satu misi terhadap lingkungan:“Go Green”.
 
Beberapa waktu lalu, telah diluncurkan buku dengan judul “Green Economy” karya Prof. Ir. Surna T. Djajadiningrat, buku ini bisa dijadikan referensi untuk perusahaan tambang atau migas yang kerapkali bersentuhan dengan alam dan bagaimana menjaga lingkungan dari kerusakan dalam kegiatan eksplorasinya.
 
Ketua Dewan Pertimbangan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup yang juga penulis buku, Prof. Ir. Surna mengatakan, pemanfaatan dan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak diimbangi oleh upaya konservasi, yang mengatasnamakan kesejahteraan hidup manusia tampaknya mulai menampilkan dampak negatif terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Hal ini tidak hanya mengancam keberlangsungan lingkungan alam, tetapi juga keberlangsungan manusia itu sendiri. Isu pemanasan global dan perubahan iklim hanyalah sebagian dari sekian banyak isu lingkungan yang demikian pelik untuk diperhatikan yang tidak hanya bersifat lokal tetapi global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar